Yogyakarta (Antaranews Jogja) – Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan sejumlah agenda wisata unggulan pada Agustus 2018 yang ditargetkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan di daerah ini.

“Untuk Agustus 2018 kami sudah siapkan belasan ‘event’ wisata unggulan. Dengan agenda itu kami harapkan lama tinggal wisatawan akan lebih panjang di Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Aris Riyanta di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Aris, penyelenggaraan agenda wisata unggulan yang telah disiapkan tersebut akan tersebar di lima kabupaten/kota di DIY.

Sejumlah agenda wisata itu antara lain Malioboro Night Festival yang akan digelar pada 11-12 Agustus 2018, Jogja Fashion Week (27 Agustus), Bedog Art Festival (25-28 Agustus), Sriten Festival (11-12 Agustus), Pameran Pembangunan (16-20 Agustus), Nganggeran Montain Bike (19 Agustus), serta Pawai Pembangunan (26 Agustus).

Aris meyakini seperti tahun-tahun sebelumnya, agenda wisata unggulan seperti Malioboro Night Festival memiliki daya tarik yang cukup besar menambah lama tinggal wisatawan.

“Di sejumlah titik di Malioboro nantinya akan bediri panggung-panggung pertunjukan yang menampilkan seniman-seniman lokal maupun nasional,” kata dia.

Pawai pembangunan yang akan menampilkan parade tari kesenian/tradisional se-DIY, drum band Akademi Angkatan Udara (AAU), hasil kreativitas dari instansi pendidikan, museum, swasta dan perusahaan di DIY, kata dia, juga efektif menambah lama tinggal wisatawan.

Sampai saat ini rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Yogyakarta mencapai 2,02 hari. Sedangkan wisatawan nusantara rata-rata 1,9 hari. “Untuk jumlah wisatawan pada tahun ini kami targetkan mencapai 450.000 untuk wisatawan mancanegara dan 5 jutaan wisatawan Nusantara,” kata dia.

Menurut Aris, pada Juli 2018 Dispar DIY juga telah menyiapkan agenda yang tidak kalah menarik seperti Festival Gamelan Yogyakarta, serta Festival Perahu Naga yang mampu menarik banyak wisatawan.

“Pada 28 Juli juga akan digelar Festival Layang-layang berskala internasional di Pantai Parangkusumo,” kata Aris.